Jumat, 21 Oktober 2011

bangun rumah tangga (2)


 

dua enam dua tujuh
karat dalam berjamaah
tersisa dua persepuluh
orang tua jua nan di asuh
masuk pula dalam angka masa
di angka dua puluh lima
sepuluh wanita juga pria
lima untuk anak mereka
tetap bernilai dua puluh
karna wanita bernilai separuh
sedang pria tetap sepuluh
anak dan wanita seunduh
dua puluh nilai bersama
namun bersama dengan bertara
di mesjid bernaungkan dunia
saat matahari terkasat mata

gudangpuisi.com

Kamis, 20 Oktober 2011

cinta tersirat

menembus langit
menembus aksara
menembus angkasa
yakinkan ku akherat
tertompang cinta tersirat
tuk menembus nirwana
merelung hingga ke jiwa
terkasat atau tidak oleh raga
tercerminkan oleh laut
apa yang tlah tersurat
dari tersurah oleh nabi kita
untuk berjalan di dunia
walau bukanlah baqa
namun jalan kembali ke surga
dari cinta yang tersirat


gudangpuisi.com

Rabu, 19 Oktober 2011

Harapan Dan Semangat

Jija saja..
Waktu Bisa diputar Kembaali..
Dan, Jika waktu bisa diputar oleh Manusia itu sendi..
Pasti, aku tak akan menyia – nyiakan waktu begitu saja..
Aku akan membuat hari – hariku lebih Indah..
Menjadi lebih berharrga dan lebih berarti Lagi..
Aku akan mengatur waktu ..
Dengan seperti apa yang aku Mau..
Hingga tiada lagi penderitaan dalam Hidup ini..
Mungkin..
Akuu tak bisa seperti mereka yang bisa Hidup Bahagia..
Tapi, aku bisa Jadi diriku sendiri..
Untuk Mewujudkan Harapan dan Impianku..
Belajar menikmati ini semua..
Walaupun banyak cobaan yang Mengghalangi..
Tetapi waktu terus berjalan..
Tetap saja tak bisa ku ulang ataupun Ku putar kembali..
Dan, dengan Harapan dan Semangat..
Akupun menjalani ini semua dengan Ketulusan Hati..
Berharap, Hari Esok akan lebih baik Lagi..
Dengan Harapan yang Indah..
Aku akan terus berjuang..
Melawan Tantangan , dan Rintangan..
Dalam Hidup ini..


gudangpuisi.com

Beliau Juga Merasakan…

Sudah hampir tiga jam kududuk sendirian,
Senyap,sunyi tanpa kebisingan kurasakan,
Hingga buku kututupkan diatas kepalaku,
Agar sobekan kertas berterbangan tak memberi tamparan..
Dan aku hanya merasakan kegelapan didepanku…
Sesungguhnya jiwaku bagai ditanah lapang,
Nan gersang tanpa teman maupun bayangan..
Menangis,menjeritpun tak didengar siapapun jua..
Seolah sesak terpatri nyata dirasa…
Ku coba mencari setetes air,
Ku pandangi hamparan agar kejenuhan ku berakhir..
Tak lama kudapatkan jua,
Ternyata dikaki sang bunda yang menitikan embun permata,
karena hati sang bunda merasakan panas nan dingin yang memeluk anaknya…
Ku rasakan bundaku merindukanku…
Do’aku slalu untukmu..Bunda..


gudangpuisi.com

Selasa, 18 Oktober 2011

Allah Sang Maha Pemberi Cinta

Katakanlah wahai smua pecinta dunia
Katakanlah ‘ikrar cinta’ itu hanya karena AKU..
Katakanlah smua ‘kerinduan’ itu hanya karena AKU..
katakanlah smua ‘getargetar rasa’ itu hanya karena AKU..
Dan smoga AKU yang Maha Mencinta
yang Menciptakan dunia dengan kasih sayang
yang Mengajarkan kita tentang Cinta sejati..
Memberikan kesempatan padamu untuk merasakan ‘hakikat’NYA..

selamat karena berpisah

semburan ludah 3 kali
untukmu
untuk masa2 dahulu kita
untuk warna2 nan membanjir
elok bagiku momen ini
berpisah denganmu
enyahlah secepat mungkin
sebelum sesak diperut, ku muntahkan
di wajahmu
seringai busukmu
palingkanlah
itu rasuki ku,rasuki sekulum rasa bersalah
pada mata pagi yg sama kt isi
dgn derai kenistaan
ah
selamatlah aku krn berpisah darimu

gudangpuisi.com

“nabi”

dari tubinya ketidakpastian
hanya satu tonggak keyakinan
yang takkan tergoyahkan
agama nan merupakan pendidikan
Allah, SWT mendidik dengan agama
janjiNya saat turunnya Adam Hawa
tersurah kepada pilihan dan utusanNya
utusan sebanyak dua puluh lima
menjalakannya dengan tanggung jawab
juga yang memperingatkan dengan ajab
membuktikan amal yang terhisab
ajab adalah akibat buah dari sebab
semua hanya untuk kembali pada Ilahi
sebelum itu kini agama itu dunia ini
kita jalan di dunia sebagai insani
ujian sebelum akherat nanti

gudangpuisi.com

Minggu, 16 Oktober 2011

Guruku


Sebaris kata yang teramat indah
terungkap dari seorang Ibu
Untuk terlepas dari ke bodohan
“HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”
Guru bagai terang dalam kegelapan.


Semerbak wangi di taman yang teduh
membuka jalan, dan mata hati untuk ilmu pengetahuan.
Guru….tanpamu kami tak berarti apa-apa
denganmu, kami bisa jadi bermanfaat bagi negeri ini.

Bagai ambun di pagi hari,
engkau menyejukan hati ini dengan berbagai ilmupengetahuan
yang Kau ajarkan pada kami.
Dengan do’a yang teramat tulus dan ikhlas,
ku panjatkan kepada Sang Pencipta,
sebagai rasa tanda terima kasih ku kepadamu.
Guru engkau sangat berarti bagiku
dan kehidupan kami.

Guru….