tersenyum untuk mereka
bahagia demi mereka
tertawa untuk
mereka
karena mereka
saat bibir lelah
saat mata terpejam
saat
terakhir melihat
mereka ada
tak lama nafas terhenti
ketika aliran darah menyempit
saat tak ada lagi senyum
mereka
ada
aku ada
aku bahagia
aku tertawa
karena mereka
karena
mereka…
Sabtu, 15 Oktober 2011
hancur oleh tangan sendiri
negara hancur oleh tangan sendiri
hingga islam oleh islami
tak tahu apa di pikiran mereka
yang hanya mementingkan dunia
ingatkah apa saja yang di imani
ingatkah tuk imani akherat nanti
manusia tlah di didik dengan agama
oleh Nan Maha Suci di atas sana
melalui utusanNya Rasul dan Nabi
tuk jadikan panutan insani
murtad bukan kecil lingkupnya
walaupun pindah berpandang mata
karna agama juga adanya di hati
kebersamaan taqwa menyayangi
murtad berarti beragama neraka
kebahagiaan mereka takkan baqa
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/10/hancur-oleh-tangan-sendiri.html#ixzz1avJhfHeM
hingga islam oleh islami
tak tahu apa di pikiran mereka
yang hanya mementingkan dunia
ingatkah apa saja yang di imani
ingatkah tuk imani akherat nanti
manusia tlah di didik dengan agama
oleh Nan Maha Suci di atas sana
melalui utusanNya Rasul dan Nabi
tuk jadikan panutan insani
murtad bukan kecil lingkupnya
walaupun pindah berpandang mata
karna agama juga adanya di hati
kebersamaan taqwa menyayangi
murtad berarti beragama neraka
kebahagiaan mereka takkan baqa
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/10/hancur-oleh-tangan-sendiri.html#ixzz1avJhfHeM
Aku Lelah
Aku lelah semua yang kau mau…
Dalam ragaku terselip tabu…
Dan sebuah mimpi yang mengabu…
Aku lelah semua yang kau mau
Kau buat langkahku redup…
Tanpa cahaya bagai bintang bertabur…
Aku Lelah dengan semua sikapmu…
Selalu dalam cinta yang membisu…
Membuat bayangku berjalan tak menentu…
Aku lelah dalam rapuh…
Siang yang mengetuk ragu…
Akan rasa tersirat membeku…
Aku lelah dalam kisanh semu…
Terlelap tanpa pelangi menyatu…
Dan tenggelam dalam lautan yang membiru…
Dalam ragaku terselip tabu…
Dan sebuah mimpi yang mengabu…
Aku lelah semua yang kau mau
Kau buat langkahku redup…
Tanpa cahaya bagai bintang bertabur…
Aku Lelah dengan semua sikapmu…
Selalu dalam cinta yang membisu…
Membuat bayangku berjalan tak menentu…
Aku lelah dalam rapuh…
Siang yang mengetuk ragu…
Akan rasa tersirat membeku…
Aku lelah dalam kisanh semu…
Terlelap tanpa pelangi menyatu…
Dan tenggelam dalam lautan yang membiru…
Sahabatku
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Tp itu adalah dahulu ketika Zaman belum berubah
ketika puisi mengungkap kebenaran hati
ketika zaman belum berubah munafik dan dengki…
ketika zaman belum penuh tipu dan daya…
Saat ini,.. mungkinkah ada itu yg namanya sahabat sejati..???
jawabnya di hati kalian dan kejujuran kalian..
Mungkin Ada tapi juga Semu belaka
Semuanya terasa sunyi …..
Dimanakah engkau berada wahai sahabtkU?
Jngan kau pernah meninggalkanku sendiri karna kaulah sahabt sejatiku
Bila mana kau tak ada di sini ku kan selalu merindukanmu….
Wahai sahabt…..
Kau bagaikan embun yang membentangi malam
Kau yg selalu menemaniku
Kau yg selalu membuat aku tersenyum
Sahabt ada satu kata yan ingin aku ucapkan kpdamu
Jngan pernah meninggalkanku
Walaupun kau berada disana jngan pernah melupakan diriku
Karna kau dan aku selalu ada di hati…..
Hanya sahabtlah yng membuat kita bahagia
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/sahabatku-3.html#ixzz1aptFEqnq
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Tp itu adalah dahulu ketika Zaman belum berubah
ketika puisi mengungkap kebenaran hati
ketika zaman belum berubah munafik dan dengki…
ketika zaman belum penuh tipu dan daya…
Saat ini,.. mungkinkah ada itu yg namanya sahabat sejati..???
jawabnya di hati kalian dan kejujuran kalian..
Mungkin Ada tapi juga Semu belaka
Semuanya terasa sunyi …..
Dimanakah engkau berada wahai sahabtkU?
Jngan kau pernah meninggalkanku sendiri karna kaulah sahabt sejatiku
Bila mana kau tak ada di sini ku kan selalu merindukanmu….
Wahai sahabt…..
Kau bagaikan embun yang membentangi malam
Kau yg selalu menemaniku
Kau yg selalu membuat aku tersenyum
Sahabt ada satu kata yan ingin aku ucapkan kpdamu
Jngan pernah meninggalkanku
Walaupun kau berada disana jngan pernah melupakan diriku
Karna kau dan aku selalu ada di hati…..
Hanya sahabtlah yng membuat kita bahagia
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/sahabatku-3.html#ixzz1aptFEqnq
Hamba bukan budak
Tak slama kita tempa
Tak brarti kita meraja
Tak slalu kita merana
Tak harusnya kita derita
Kami jual tenaga demi keluarga
Tapi kau sebut dirimu raja
Kau peras keringat kami
Kau alihkan kewajiban kami
Tak selama yg di harap itu berarti
Jika hanya untuk perut sendiri
Hidup Kami perlu dunia
Tapi tidak untuk selamanya
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/10/hamba-bukan-budak.html#ixzz1apsOrvNq
Tak brarti kita meraja
Tak slalu kita merana
Tak harusnya kita derita
Kami jual tenaga demi keluarga
Tapi kau sebut dirimu raja
Kau peras keringat kami
Kau alihkan kewajiban kami
Tak selama yg di harap itu berarti
Jika hanya untuk perut sendiri
Hidup Kami perlu dunia
Tapi tidak untuk selamanya
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/10/hamba-bukan-budak.html#ixzz1apsOrvNq
Selasa, 11 Oktober 2011
KERINDUAN
Kerinduan ini…
Ku sematkan di antara azan dan iqomah..
Ku pintal dengan benang munajat…
Ku kirim lewat suara-suara azan
Ayah… Ibu…
Bertabur buliran bening dalam mahkota pipi anakmu
Berharap ketika tangan berlumur durhaka ini mengusap buliran bening itu,
Kalian terekam dalam retinaku,.
Begitu membara api rindu ini!
Kekeringan di gurun orang,
Tentang sebuah kerinduan
Gulungan rindu ini semakin besar karena waktu,.
Tapi…
Ombak kerinduan ini tak boleh mengulung cita-citaku!
ku yakin jika kalian tahu,
pasti bebatuan kecewa akan menhujam diriku..
ku tahu….
kerinduan kalian amat sangat besar
kalian mampu menyembunyikannya diantara kuluman senyum,
Ibu…Ayah…
Ku pastikan padamu kerinduan ini tak mengecewakan kalian…
Akan kubawa gulungan rindu ini pada hamparan penantianmu..
Bersama gelar yang kubangun di negeri orang…
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/kerinduan-6.html#ixzz1aSlxICIO
Ku sematkan di antara azan dan iqomah..
Ku pintal dengan benang munajat…
Ku kirim lewat suara-suara azan
Ayah… Ibu…
Bertabur buliran bening dalam mahkota pipi anakmu
Berharap ketika tangan berlumur durhaka ini mengusap buliran bening itu,Kalian terekam dalam retinaku,.
Begitu membara api rindu ini!
Kekeringan di gurun orang,
Tentang sebuah kerinduan
Gulungan rindu ini semakin besar karena waktu,.
Tapi…
Ombak kerinduan ini tak boleh mengulung cita-citaku!
ku yakin jika kalian tahu,
pasti bebatuan kecewa akan menhujam diriku..
ku tahu….
kerinduan kalian amat sangat besar
kalian mampu menyembunyikannya diantara kuluman senyum,
Ibu…Ayah…
Ku pastikan padamu kerinduan ini tak mengecewakan kalian…
Akan kubawa gulungan rindu ini pada hamparan penantianmu..
Bersama gelar yang kubangun di negeri orang…
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/kerinduan-6.html#ixzz1aSlxICIO
Bahtera Impian
sinar mentari
senja..
indah menyelubungi..
melingkar jiwa..
hadirmu..
laksana embun pagi..
yg menyirami taman hati..
hanyalah syair rindu..
yg dpt ku lafazkan..
resapilah..
kita tlh hanyut di buai indah
gelora..
kita kembangkan layar bahtera
impian cinta..
mskipun kadang tak seiring
sejalan..
terimalah..
selama kita msih menggenggam
cinta kita..
teruskanlah..
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/bahtera-impian.html#ixzz1aSk8j1NF
senja..
indah menyelubungi..
melingkar jiwa..
hadirmu..
laksana embun pagi..
yg menyirami taman hati..
hanyalah syair rindu..
yg dpt ku lafazkan..
resapilah..
kita tlh hanyut di buai indah
gelora..
kita kembangkan layar bahtera
impian cinta..
mskipun kadang tak seiring
sejalan..
terimalah..
selama kita msih menggenggam
cinta kita..
teruskanlah..
Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/09/bahtera-impian.html#ixzz1aSk8j1NF
Langganan:
Postingan (Atom)





